Sebuah kawadan yang berada di india ini di kenal sebagai kota hantu. kota hantu ini pernah di hapus keberadaannya dalam peta namun penduduk setempat menolak penghapusannya karena kota tersebut masih di jadikan tempat hunian bagi mereka. Penduduk setempat menolak untuk pindah dari tempat tersebut.

Dhanushkodi di sebut sebagai kota hantu karena letaknya yang terperangkap di antara dua laut yang berbeda yaitu Teluk Benggala dan Samudra Hindia. tempat ini terletak di Pulau Pamban Tamil Nadu di ujung selatan Negara India. tempat ini berbatasan dengan Sri Lanka dan hanya berjarak 18 sampai 33 km ke arah timur.

Dimasa penjajahan inggris tempat ini merupakan kota perdagangan yang sangat berkembang. di tempat ini dulunya terdapat kantor polisi, gereja, stasiun kereta api bahkan sekolah. dulunya tempat ini di huni lebih dari 600.000 penduduk. penduduk yang bermukim di tempat ini umumnya hidup sebagai nelayan ikan. mereka hidup dengan berlayar dan menangkap ikan yang ada di teluk bengal. ketika musim panas perairan di teluk Bangkal akan menjadi sangat ekstrim dan penduduk di sini akan beralih ke seberang lautan yaitu samudera hindia untuk melakukan aktivitas mencari ikan.

Tepatnya di bulan Desember tahun 1964 ketika bencana badai besar melanda tempat ini setidaknya ratusan jiwa penduduk yang menempati tempat itu menjadi korban dan sejak saat itu tempat ini di tutup dan di karantina sebagai kota hantu. korban bencana di pindahkan oleh pemerintah pusat ke Rameswaram sebab menurut pemerintahan india pada saat itu, kota tersebut sudah tidak layak lagi untuk di huni pasalnya sejumlah tempat ini terendam air hingga kedalaman 5 meter.

Sebagai nelayan penduduk korban bencana tidak bisa lepas dari lautan dan memutuskan untuk kembali ke kota hantu tersebut. meskipun berbekal peralatan sederhana dan ketidak adanya listrik di tempat itu lantas tidak menjadikan penghalang bagi penduduk asli tempat itu untuk bertahan hidup. penduduk Dhanushkodi terkenal sangat menjunjung tinggi tradisinya. memancing sudah menjadi adat dan tradisi turun temurun masyarakat di sana dan hal itu tidak bisa di lepaskan begitu saja.

Tercatat masih ada sekitar 400 penduduk yang bertahan dan menempati kawasan tersebut. kabar berakhir menyebutkan bahwa pemerintah india tengah merencanakan pembangunan pariwisata di tempat tersebut dan akan menghidupkan kembali kawasan tersebut.

Leave a Comment

Your email address will not be published.