Mantan Pemain MU, Ini Dukung Pogba Hengkang

Jose Mourinho & Paul Pogba

PENYERANG.CO –  Manchester United memang di laporkan sedang dalam masalah kritis menyusul video yang memperlihatkan jika Jose Mourinho sedang beradu argumen dengan Paul Pogba di arena latihan, Carrington. Kala itu Mou langsung memanggil Pogba dan seperti ada sebua perkataan yang di berikan kepada Paul Pogba dan sang pemain sendiri memperlihatkan mimik wajah yang tampak tak senang.

Sebelum video kemunculan mengenai sang pemain dan pelatih, Mourinho memang sudah mengutarakan jika dirinya tidak akan menggunakan Pogba sebagai kapten kedua klub. Hal itu di tengarai jika eks pemain Juventus ini memposting sebuah video pendek di akun di Instagramnya yang seakan mengejek hasil buruk di raih klub usai kalah dari Derby Contry pada pekan ini. Mourinho yang mendapatkan kabar tersebut langsung tampak tak senang ketika para pemainnya berlatih di latihan.

Pogba sendiri memang sudah lama dikabarkan tidak memiliki hubungan yang baik dengan Mourinho ketika musim kedua bersama klub. Ia sendiri memang menjadi kritikan dari Jose Mourinho yang sudah kecewa dengan pemain timnas Prancis dengan prilaku yang ia lakukan di luar klub.

Hasilnya MU sendiri tampil dengan sangat buruk, dan tidak konsisten. Meski pada musim lalu mereka berhasil finish di posisi Runner Up Primer Leangue tidak menjadim Iblis merah bisa tampil baik pada musim ini. Buktinya dengan serangkai hasil negatif yang di raih klub seperti kala dua kali di Primer Leangue, hasil imbang melawan Woverhampton dan kalah oleh Derby Contry di Old Traford di ajang Carabao Cup menyisayarkan jika ada yang tak beres di skuat tim yang memenangkan 20 trofi EPL ini.

Mantan pemain MU, Willie Morgan mengatakan jika dirinya sangat aneh melihat skuat eks klubnya itu. Padahal materi pemain disana bisa di katakan berabel bintang. Namun para pemain tersebut tidak bisa mengeluarkan kemampuaan terbaiknya.

”Saya tak mengerti performa klub, ada yang tidak beres di sana. Saya pikir jika Pogba yang menjadi biang keladi maka ia sebaiknya harus pergi. Karena jika ada dua belah pihak yang saling terpisah itu tidak terlihat bagus, dan klub akan terganggu.”

Ruben Neves Lebih Piliah MU Dari Pada City

Penyerang.co –  Manchester United tampaknya akan merasa senang mendengar pemain incaranya yakni Ruben Neves bersedia bergabung dengan Setan Merah dari pada rival sekota mereka yaitu Manchester City musim depan.

Neves sendiri memang sedang mencuri perhatian banyak klub usai berhasil menampilkan permainan terbaiknya bersama Woverhampton musim lalu di Championship Cup dimana ia membawa Wolves berhasil promosi ke Liga Inggris pada musim ini. Ia juga bahkan berhasil mencetak satu gol pada pertandingan awal Primer Leangue dimana yang bersangkutan menjadi pemain yang begitu populer.

Pep Guardiola yang melatih City sendiri memang cendurung sangat menyukai gaya bermain Neves dan ia sudah meminta klub mendatagkannya pada musim ini namun sang pemain masih ragu dengan bergabungnya ke Etihad nantinya.

Laporan yang menyebutkan jika City sendiri akan kesulitan musim depan jika merekrut Neves karena sang pemain dikabarkan akan lebih memilih bergabung dengan Manchester United yang di latih Jose Mourinho. Sama sama asal Portugal dan di dampingi oleh agen yang sama Jorge Mendes membuat Neves lebih condong untuk bergabung dengan MU musim depan.

Luke Shaw Kemungkinan Akan Bertahan Di Manchester United

Banyak yang mengejutkan semua orang, Luke Shaw telah mengkonfirmasi minggu ini bahwa ia mungkin memiliki masa depan di Manchester United setelah semua. Karena telah dipinjam cukup banyak selama dua tahun sejak Jose Mourinho berada di klub, Shaw telah mengungkapkan bahwa manajer sangat mendukung dan mendorong selama musim panas.

Mengingat betapa kritisnya Mourinho terhadap Shaw, menarik untuk mengetahui manajer bersikap berbeda di belakang layar.

Shaw kehilangan tempat di skuad Piala Dunia Inggris, dengan rekan setim klub Ashley Young menggantikannya. Tidak ada yang bisa meramalkan ini empat tahun lalu ketika Shaw yang berusia 18 tahun adalah bagian dari skuad Roy Hodgson untuk Piala Dunia di Brasil.

Namun berkat cedera dan tidak disukai Mourinho, karirnya gagal mengikuti lintasan yang diprediksi ketika United membuatnya menjadi remaja paling mahal di dunia sepakbola.

Shaw mengklaim dia sekarang bertekad untuk melakukan semua yang dia bisa untuk memenangkan kembali tempatnya di tim pertama United, meskipun itu akan menjadi tidak jujur ​​untuk menyatakan bahwa kami belum mendengar semuanya sebelumnya.

Dia menyewa seorang pelatih kebugaran di masa lalu sebagai tanggapan atas kritik, dengan sejarah mengulangi dirinya untuk muda kiri tahun demi tahun dengan sedikit efek.

Kontrak empat tahun asli yang ia tandatangani akan berakhir musim panas ini namun fans United hanya melihat sekilas kecil ke dalam apa yang bisa dilakukan di lapangan.

Pada bulan Januari, United membuat keputusan untuk memicu klausul yang memperpanjang masa tinggalnya untuk satu tahun lagi, tetapi perasaan umum pada itu adalah klub memberi diri mereka asuransi terhadap dia pergi secara gratis, sementara berencana untuk menjualnya musim panas ini.

Mourinho suka pemain yang akan mendorong melalui penghalang rasa sakit dan memberikan segalanya untuk penyebabnya. Marcos Rojo adalah contoh utama dari hal ini, yang terlihat makan pisang selama pertandingan Liga Europa melawan FC Rostov dua tahun lalu, hanya supaya dia bisa mengatasi kelelahan bermain begitu banyak game pada saat krisis cedera. Dia bisa dibilang membayar harga tertinggi untuk tekadnya untuk bermain melalui apa pun dan melewatkan sebagian besar musim baru saja pergi dengan kerusakan ligamen cruciatum.

Berbeda dengan Shaw, Mourinho telah memanggilnya karena tidak “cukup berani” di masa lalu.

Namun Shaw mungkin akan memiliki sisi cerita yang berbeda untuk diceritakan. Dia hampir tidak bisa disalahkan jika dia tidak ingin bermain ketika dia percaya dia terluka, terutama mengingat sejarahnya.

Namun bagaimanapun juga Mourinho yang tidak beralasan mungkin mempertanyakan keberanian Shaw, kritik lain bahwa bek kiri mungkin menemukan lebih sulit untuk menanggapi adalah klaim Mourinho bahwa dia perlu bekerja lebih keras.

Shaw telah memberikan tembakan terbaiknya minggu ini, meskipun, mengklaim bahwa dia selalu menjaga dirinya sendiri.

“Saya akan mengatakan saya tidak pernah keluar dari bentuk … Orang bisa mengatakan saya gemuk tapi saya tahu tubuh saya sendiri. Saya selalu terlihat besar karena saya lebih besar dibangun,” katanya.

Kebugarannya telah menjadi sumber pertentangan sepanjang karirnya, meskipun, jauh sebelum dia bermain untuk Mourinho.

Setelah penandatanganan pertama untuk United, Louis van Gaal menganggap bahwa dia telah kembali ke pelatihan yang tidak layak, jadi pada awalnya dia bekerja jauh dari sisa skuad untuk membangun tingkat kebugarannya.

Shaw kemudian mengakui bahwa dia “mengambilnya sedikit mudah” setelah kembali dari Brasil dan bahwa dia tidak menyadari bahwa dia harus meningkatkan permainannya setelah menukar Southampton dengan United. Setelah menandatangani kontrak untuk Manchester United, itu lebih dari sedikit aneh bahwa dia tidak akan melakukan semua yang dia bisa untuk mengesankan rekan-rekan setim dan manajer baru setelah kedatangannya.

Hodgson mendukung penilaian ini ketika mengungkapkan dia harus berbicara dengan Shaw pada beberapa kesempatan tentang penerapannya dalam pelatihan, yang cukup memberatkan. Berapa banyak remaja lainnya yang perlu diberitahu untuk menaikkan tingkat pekerjaan mereka saat mewakili negara mereka di Piala Dunia?

Hodgson juga mengungkapkan bahwa Mauricio Pochettino telah menyuarakan keprihatinan yang sama ketika dia berhasil di Southampton.

Mantan Direktur Akademi Southampton, Jason Dodd, membenarkan ini sebagai kasusnya

“Dia bukan salah satu dari mereka yang ingin melakukannya untuk dirinya sendiri,” kata Dodd. “Lukey adalah pemain yang luar biasa, tetapi jika Anda harus mempertanyakan apa pun, itu adalah dorongannya, berlatih setiap hari untuk memberikan segalanya secara mutlak. Ia bisa memiliki hari-hari ketika ia hanya melakukan gerakan.”

Jika Shaw memiliki pendekatan pelatihan yang lemah sejak ia masih remaja, sulit membayangkan bahwa sekarang, setelah banyak kesempatan untuk membuktikan dirinya, ia tiba-tiba akan berubah.

“Saya akan berjuang untuk itu tahun ini dan saya ingin berada di tim utama itu,” katanya pekan ini.

Apakah dia serius kali ini? Atau apakah kita akan melakukan percakapan yang sama tentang Shaw dalam waktu satu tahun? Tidak banyak pemain yang akan diberi lima tahun di United jika mereka telah tampil dan bersikap seperti Shaw. Itu mungkin bukti potensi klub tahu dia.

Shaw mengklaim bahwa jauh dari sorotan publik, Mourinho mengatakan kepadanya alasan dia begitu keras padanya adalah karena dia tahu apa yang dia mampu dan dia tidak menunjukkan itu di lapangan.

Tetapi waktu untuk berbicara sudah berakhir. Boleh dibilang, itu sudah beberapa tahun yang lalu. Tapi Shaw berada di kesempatan terakhir untuk sekali lagi dan kali ini, lebih dari kata-kata kosong akan dibutuhkan baginya untuk keluar dari itu.

 

Lindelof Puas Dengan Musim Debut di MU

Lindelof Puas Dengan Musim Debut di MU

Bek anyar Manchester United musim ini, Victor Lindelof mengaku bahwa dirinya cukup puas dengan apa yang ia dapatkan di musim pertamanya di Old Trafford. Ia juga berterima kasih dengan apa yang telah ia dapatkan dari manajer United, Jose Mourinho.

Untuk bisa mendaratkan Lindelof ke Theatre of Dream musim panas tahun lalu, pihak United harus merogoh kocek sedalam 35 juta Euro untuk Benfica. Itu belum lagi termasuk bonus yang bisa mencapai 10 juta Euro sebagai biaya tambahan transfer untuk Lindelof nantinya.

Meski digadang-gadang akan menjadi salah satu pilihan utama bagi United di pos bek tengah, namun Lindelof kesulitan menembus skuat utama United dan tercatat hanya membukukan 13 penampilan di ajang Premier League.

Meski menit bermain yang ia dapatkan tidak terlalu tinggi musim ini, namun pemain berusia 23 tahun itu mengaku sudah cukup puas dengan apa yang ia dapatkan di musim pertamanya membela United. Ia yakin musim depan kemampuan dirinya akan semakin berkembang dan bisa membantu dirinya menjadi pemain yang lebih baik lagi dari saat ini.

“Saya merasa bahwa musim ini telah berjalan dengan baik bagi saya. Banyak hal yang telah saya pelajari sepanjang musim ini bersama dengan United,” ucap Lindelof.

“Banyak hal yang saya pelajari dari Jose Mourinho. Ia telah mengajarkan saya tentang banyak hal. Selain itu, saya juga mendapatkan kesempatan untuk bermain dengan banyak pemain-pemain hebat yang ada di skuat ini,” tutup bek andalan tim nasional Swedia tersebut.

Mourinho Belum Berminat Latih Portugal

Mourinho Belum Berminat Latih Portugal

Jose Mourinho menegaskan bahwa saat ini dirinya masih sangat nyaman menjadi pelatih sebuah klub dan sama sekali tidak berpikir untuk menjadi pelatih tim nasional Portugal dalam waktu dekat.

Saat ini Mourinho masih terikat kontrak dengan klub raksasa Premier League, Manchester United. Kontrak itu mengikat pelatih berusia 55 tahun itu hingga tahun 2020 mendatang di Old Trafford.

Meski musim ini gagal memberikan satu gelar pun kepada United, namun predikat salah satu pelatih terbaik di dunia masih disandang oleh Mourinho saat ini. Hal itu memang wajar mengingat apa yang telah diraih oleh Mourinho selama dua dekade terakhir melatih tim-tim besar Eropa.

Melihat kesuksesan yang telah di raih oleh Mourinho selama melatih sebuah klub, maka banyak pihak yang ingin melihat Mourinho melatih tim nasional Portugal. Akan tetapi, mantan pelatih Real Madrid tersebut memastikan hal tersebut tidak akan terjadi dalam waktu dekat ini.

“Tidak ada kemungkinan sama sekali hal itu akan terjadi dalam waktu dekat ini. Saya merasa bahwa saat ini melatih sebuah klub merupakan apa yang sangat saya nikmati karena saya ingin bermain di banyak pertandingan dan bermain di setiap pekan serta berlatih setiap harinya,” ucap Mourinho.

“Saya merasa bahwa kondisi fisik saya saat ini jauh lebih baik daripada beberapa tahun lalu untuk menjalani jadwal yang begitu padat sebagai pelatih sebuah klub,” pungkas pelatih yang mendapat julukan The Spesial One itu.

Tim nasional Portugal saat ini masih dilatih oleh Fernando Santos. Pelatih berusia 63 tahun itu sukses membawa Portugal keluar sebagai juara Piala Eropa pada tahun 2016 lalu di Prancis.