Sime Vrsaljko Alami Cedera ACL Lagi ?

Sime Vrsaljko Fullback Kanan Timnas Kroasia & Inter Milan Alami Cedera Lutut Ketika Berjumpa Spanyol Dalam Laga Nations Leangue.

Penyerang.co  –  Raksasa Inter Milan harus mendapatkan kabar buruk dimana mereka harus menerima jika pemain yang baru bergabung

mengalami cedera ketika pertandingan antara Kroasia melawan Spanyol dalam ajang Nations Leangue. Pertandingan tersebut di kabarkan membuat sang pemain mengalami cedera, tak tanggung- tanggung cedera yang di alami Sime Vrsaljko merupakan cedera ligamen lutut yang merupakan momok menakutkan di kalangan pesepak bolaan.

Sime Vrsaljko sendiri tampil dari babak pertama, sayang ia hanya bisa bertahan selama 20 menit saja dan langsung di gantikan karena sudah tidak bisa menahan rasa sakit yang di alaminya.Mantan pemain Atletico Madrid sendiri terlihat mengalami kesakitan yang luar biasa.

Pada pertandingan Kroasia melawan Spanyol sendiri di gelar  pada Rabu 12/9 dini hari WIB., Kroasia harus kalah dengan 6-0 dimana hal tersebut mengejutkan banyak orang karena Kroasia merupakan Runner Up Piala Dunia 2018 kemarin.

Hingga sekarang kedua bela pihak antara Inter Milan maupun Kroasia belum merilis pernyataan cedera yang di alami oleh Vrsaljko, tapi media Italia TuttoSport mengatakan jika pemain berusia 26 tahun itu mengalami cedera lutut di kaki kirinya, yang merupakan ligamen lutut.

Vrsaljko sendiri sudah mengkonfirmasikan kondisinya jika ia memiliki kondisi yang baik namun ia memberikan beberapa detail dari cedera yang di alaminya.

”Ini merupakan cedera yang pernah saya rasakan pada turnamen Piala Dunia 2018, ada seperti tusukan tusukan pada lutut saya dan hal ini akan kami segera periksakan.”

Sebenarnya Vrsaljko sendiri memang sudah memilik riwayat cedera ACL pada musim lalu, ketika itu saat ia membela Atletico Madrid hingga membuatnya absen selama semusim. Jika benar cedera kambuhan ACL nya maka Inter benar benar sangat di rugikan akan hal itu karena sang pemain baru saja bergabung pada musim ini dan bermain sebanyak dua pertandingans saja di Serie A.

Modric : Kami Menang Karena Inggris Remehkan Kami

Kapten Kroasia Luka Modric mengklaim kurangnya kerendahan hati Inggris membuat timnya bersemangat saat mereka mencapai final Piala Dunia.
Real Madrid ace tidak terkesan dengan ‘diremehkan’ dalam build-up sementara Sime Vrsaljko bersikeras Three Lions masih merupakan tim bola panjang.

Meskipun memimpin melalui tendangan bebas awal Kieran Trippier, Three Lions adalah KO’d oleh pemogokan ekstra waktu Mario Mandzukic.

Dan sang kapten Modric mengklaim bahwa build-up menginspirasi rekan satu timnya saat mereka memesan tempat di final bersama Prancis.

The Real Madrid ace, 32, mengatakan kepada ITV: “Orang-orang berbicara – wartawan Inggris, pakar dari televisi.

“Mereka meremehkan Kroasia malam ini dan itu adalah kesalahan besar.

“Semua kata-kata dari mereka yang kami ambil, kami sedang membaca dan kami berkata: ‘Oke, hari ini kita akan melihat siapa yang akan lelah.’

“Mereka harus lebih rendah hati dan menghormati lawan mereka lebih banyak.

“Kami menunjukkan lagi bahwa kami tidak lelah – kami mendominasi permainan secara mental dan fisik.

“Kami seharusnya membunuh pertandingan bahkan sebelum perpanjangan waktu. Ini adalah pencapaian luar biasa bagi kami – ini adalah mimpi yang menjadi nyata setelah sekian lama.

“Kami berada di final dan itu adalah keberhasilan terbesar dalam sejarah Kroasia. Kami harus bangga.”

Rekan setim Sime Vrsaljko, 26 tahun, juga ikut campur tangan – mengklaim itu adalah kasus Inggris lama yang sama meski ada pembicaraan tentang revolusi Gareth Southgate.

Dia mengatakan: “Persepsi serba adalah bahwa ini adalah penampilan baru Inggris yang telah mengubah cara mereka mengayun bola panjang di lapangan tetapi ketika kami menekan mereka ternyata mereka belum.”

Sementara Ivan Perisic yang berusia 29 tahun, yang mencetak gol penyeimbang babak kedua, menambahkan: “Kami tahu apa yang dipertaruhkan dan betapa pentingnya semifinal untuk negara kecil seperti Kroasia.

“Kami memulai dengan lambat hari ini tetapi kami menunjukkan karakter kami dan kembali datang dari satu gol di belakang seperti yang kami lakukan di babak sistem gugur sebelumnya.

“Dua puluh tahun yang lalu saya kembali ke rumah di kota asal saya dan saya mendukung Kroasia yang mengenakan seragam Kroasia.

“Saya hanya bisa bermimpi bermain untuk negara saya dan mencetak salah satu tujuan terpenting untuk mencapai final.”