Nasib Martial Berakhir Di MU

Pelatih kepala Manchester United, Jose Mourinho tampaknya akan segera mengakhiri masa depan pemainnya Anthony Martial musim ini di klub. Dirinya memberikan isyarat jika masa depan pemain berusia 22 tahun itu sudah tidak ada bersama klub.

Martial sendiri memang harus absen pada tiga pertandingan MU yakni ketika harus melawan Ac Milan, Liverpool hingga Real Madrid dalam ajang International Champhionsip Cup. United sendiri harus mendapatkan laga yang kurang baik mereka harus mendapatkan banyak hasil imbang dan di hempas oleh Liverpool dengan skor telak, dan pada pertandingan melawan Real Madrid mereka berhasil menang dengan skor 2-1.

Saat ini mereka tengah mempersiapkan untuk kembali ke Inggris yakni Manchester untuk menjalani latihan demi semua skuat mereka. Apalagi masih banyak pemain yang berlibur belum kembali hingga sekarang.

Media media Inggris sendiri sangat pesimis dengan nasib mantan pemain As Monaco itu. Apalagi hubungan keduanya kabarnya tidak terlalu baik, sejak musim lalu. Di tambah dengan jarang mendapatkan kepercayaan pada pertandingan membuat ia ingin hengkang dari klub.

Ketika sebuah media bertanya kepada Mou, apakah Martial ikut latihan di Carrington. Manager asal Portugal itu seakan langsung menolak keberadaan sang pemain muda.

”Anda menanyakan Anthony Martial ? Jujur saya tidak tahu mengenai kabar darinya.” beber Mou.

Ketika mengenai keterangan yang di berikan oleh Mourinho ia menambahkan jika keberadaan sang pemain benar benar tidak di ketahuinya.

”Kalian menanyakan Martial bukan, saya akan menyuruh Karen(salah satu assisten Mourinho) untuk menjawab pertanyaan tersebut.

”Kita di sini tidak membahas Martial, kita membahas pertandingan selanjutnya.” ungkap mantan manager Chelsea itu.

Jurgen Klopp Telan Ludah Usai Ejek Tranfer Pogba ?

Dua tahun lalu, ketika Manchester United menghabiskan £ 89,3 juta untuk membawa Paul Pogba kembali ke Old Trafford dari Juventus, penghinaan yang memanas dari Anfield terlihat jelas. “Pada hari ini adalah sepakbola, saya tidak lagi bekerja,” kata manajer Jurgen Klopp. “Aku ingin melakukannya secara berbeda. Aku bahkan akan melakukannya dengan berbeda jika aku bisa membelanjakan uang itu.”

Maju cepat ke musim panas 2018 dan Liverpool menghabiskan uang sebanyak itu. Setelah menghabiskan dana £ 75 juta untuk bek tengah Virgil van Dijk, £ 54 juta untuk pemain tengah Naby Keita dan £ 45 juta untuk Fabinho, klub kini setuju untuk membayar Roma dengan rekor dunia £ 66.8 juta untuk seorang penjaga gawang: Alisson Becker. Ada kesadaran yang berkembang di Anfield bahwa membelanjakan uang besar pada pemain yang tepat akan membawa hasil.

Perjalanan Liverpool ke final Liga Champions adalah bukti. Tiga pemain depan Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane memukau lawan, tetapi, meskipun harganya naik, alis Van Dijk menyuntikkan kekuatan, kepemimpinan dan ketangguhan mental yang terbukti sangat penting di musim semi.

Untuk bersaing dengan yang terbaik, Anda harus membeli yang terbaik. Liverpool telah menghabiskan lebih dari £ 250 juta dalam satu tahun terakhir dan masih ada bisnis yang harus dilakukan di jendela ini juga. Bahkan akuntansi untuk pemain keluar – Philippe Coutinho’s £ 142m pindah ke Barcelona memberi Klopp uang untuk bermain dengan – itu masih merupakan pergeseran dalam kebijakan dari manajer dan dewan.

Jadi apa yang berubah? Cukup banyak. Hampir selalu ada unsur kemunafikan dan iri di tempat kerja setiap kali seorang manajer mengkritik pengeluaran transfer klub lain. Mengambil landasan moral yang tinggi memberikan tingkat pertahanan terhadap setiap kegagalan potensial untuk bersaing dengan pembelanja besar begitu aksi dimulai.

Komentar Klopp memang mencerminkan pola pikir di Anfield. Setelah pengambilalihan Fenway Sports Group sembilan tahun yang lalu, para pemilik sampai pada kesimpulan bahwa mereka dapat beroperasi dengan cara yang berbeda kepada saingan utama mereka dan mencapai sukses melalui pendekatan yang lebih cerdas untuk mentransfer rekan-rekan mereka.

Idenya adalah untuk menjadikan Liverpool sebagai tujuan pilihan bagi pemain muda terbaik di seluruh dunia. Ini, dikombinasikan dengan apa yang dianggap oleh pemilik sebagai pendekatan yang lebih tajam dan berbasis analitik untuk kepanduan, akan memberi klub keunggulan. Hasilnya beragam.

Ketika Klopp tiba di Merseyside tiga tahun lalu, dia mendorong teori semacam ini dengan menyarankan kepada majikan barunya bahwa dia bisa memenangkan piala dengan skuad yang dia warisi. Itu terbukti terlalu sulit tugas bahkan untuk seorang pria dari kemampuan 51 tahun.

Peningkatan telah stabil tetapi tidak cukup cepat untuk Jerman. Kenyataannya sederhana: Klopp membutuhkan pemain yang lebih baik.

 

Van Der Sar Sebut De Gea Tidak Akan Pernah Bergabung Bersama Madrid

Eks Kiper  Manchester United yang juga merupakan legenda klub yakni Edwin Van Der Sar mengungkapkan jika mantan klubnya MU tidak melepas kiper andalan mereka yaitu David De Gea ke klub lain.

Van Der Sar sendiri yakin jika MU tidak akan membiarkan De Gea hengkang ke Real Madrid pada musim ini. Apalagi dengan kenyataan klub asal Ibu kota Spanyol tersebut yang sangat tertarik dengan kiper asal Spanyol tersebut.

De Gea sendiri bergabung dengan Manchester United pada tahun 2011 yang lalu, di datangkan dari Atletico Madrid untuk menggantikan peran yang di tinggalkan oleh Van Der Sar kala itu, sang kiper berhasil tampil bagus dan menjelma menjadi kiper terbaik di dunia ketika di asuh oleh manager legendaris Manchester United yakni Sir Alex Ferguson.

Kehebatan De Gea di mistar gawang MU mendapat perhatiaan kala itu yang membuat mereka ngotot ingin mendatangkan sang kiper ke Santiago Bernabeu, terakhir tawaran mereka pada 2015 yang hampir membuat De Gea berkostum putih Madrid gagal terlaksana yang membuat Madrid meradang dengan gagalnya De Gea bergabung dengan Mereka.

Sedangkan Van Der Sar langsung mengomentari isu bergabungnya De Gea ke Madrid pada musim panas nanti.

‘’Dia tidak akan kemana mana, saya tidak melihatnya ia akan bergabung dengan Madrid. Dan itu tidak akan pernah terjadi.’’ ucapnya.

Akan Pensiun Bersama United

Kiper Legendaris MU tersebut menambahkan jika ia amat yakin jika De Gea akan sangat sempurna untuk United di masa depan. Dengan demikian ia juga yakin sang kiper tidak akan meninggalkan Setan Merah.

‘’Kembali pada musim ini ia bermain dengan sangat bagus dan mendapatkan penghargaan menjadi pemain terbaik lagi.’’

‘’Sayang saya bukan direksi klub United, tapi dia telah bermain dengan sangat bagus untuk klub dan tumbuh menjadi yang terbaik di dunia. Jadi saya melihat tidak ada alasan bagi direksi klub maupun manager untuk menjualnya ke klub lain.’’

Harus Berani Menjadi Pemimpin

Tak lupa Van Der Sar juga menambahkan jika ia meminta kiper Internasional Spanyol tersebut untuk berani mengatur pemain bertahan yang ada di depanya demi menjaga gawangnya tetap rapat.

‘’Saya pikir dia tidak fokus dalam penampilannya saja, tapi ia juga harus berani mengatur para pemain bertahan yang ada di depannya.’’

‘’Pribadi saya sendiri tidak mau lawan melakukan tembakan dari luar kotak penalti, dan mencoba mendapatkan umpan lambung yang di kirim oleh lawan, saya akan meminta para bek saya untuk terus menempel para penyerang lawan yang berpotensi untuk mencetak gol ke gawang saya.’’ ucap Van Der Sar kepada The Sun.