Hubungan Pogba Dan Mourinho Kian Membaik

Pogba adalah salah satu pemain muda pilihan tim nasional Perancis. Untuk kemahiran dari Sang Pogba ini juga sudah tidak diragukan lagi oleh mata dunia. Dirinya banyak berkontribusi bagi timnas perancis saat ajang piala dunia 2018 kemarin. Tim nasional Perancis berhasil membawa pulang piala paling bergengsi di dunia sepakbola itu dan Pogba berada di dalamnya. Selain, Mbappe dan Griezmann, Pogba ini juga adalah salah satu pemain muda dan berbakat yang paling sering diperbincangkan oleh para pecinta sepakbola jika berkaitan dengan Perancis.

Namun sayangnya, Pogba seakan menjadi anak tiri di dalam klub sepakbola yang mengontrak dirinya. Kabarnya, sejak piala dunia 2018 kemarin, Mourinho dan Pogba memiliki sedikit pandangan yang berbeda. Hal tersebut dapat terlihat jelas di media cetak hingga di media elektronik, terutama di sosial media. Tampak pelatih Manchester United berkomentar pendek namun sepertinya bermakna negatif untuk pemain kelas dunia, Pogba.

Hal yang mendorong perilaku tersebut tidak lain adalah karena performa dari klub yang sedangg dalam keadaan burul. Tidak sedikit para netizen yang mencibir pelatih MU tersebut karena melimpahkan kesalahan kepada para pemain yang dilatihnya. Tidak hanya para netizen bahkan agen paul pogba sendiri, Mino Raiola juga pernah menyindir Mou lewat akun sosial media secara tidak langsung. Namun seiring membaiknya performa dari klub tersebut, hubungan Pogba dan Mourinho kian membaik. Hal ini telah dikonfirmasi dengan agen dari Paul Pogba langsung. Meski begitu, Mino juga mengkonfirmasi bahwa saat ini Pogba juga sedang mempertimbangkan kepindahannya ke Juventus.

Adidas Predator 18+, Sepatu Khusus Paul Pogba Dan Mesut Ozil.

Adidias memang sudah menjadi merek yang terpercaya untuk menciptakan produk berupa outfit olaraga. Baru-baru ini adidas dan Paul Pogba merencanakan merilis sepatu bola yang di desain khusus dengan style Pogba, pada umumnya sepatu bola tidak memiliki daya style yang tinggi karena untuk melalukan aktifitas yang keras yang pasti hannya membutukan keaman beraktifitas dan nyaman

Paul Pogba Dan Mesut Ozil. dengan nilai tropi yang tinggi pastinya harus memiliki outfit khusus style nya sendiri, addidas salah satu brand yang memiliki tinggat terbesar didunia dalam hal seperti itu tidak heran untuk seorang Pogba berkerja sama dengan merek yang paling terkenal didunia, dari sepatu lifestyle dan sampai sepatu spesial di desain untuk parah atlite adidas memegang rekor yang tinggi dalam hal tersebut

Sepatu yang dirilis adalah Adidas Predator 18+ dengan sepatu yang di desain seperti sneakers kelas atas, sepatu predator ini juga memiliki dua versi satu sepatu khusus digunkan di aktifitas bermain bola dan satu nya lagi bisa digunkan untuk aktifitas lifestyle, karena dari kedua sepatu memiliki spesial yang berbeda

Adidas Predator 18+ memang terlihat sangat kece dengan desain warna merah dan hitam juga dikombinasikan dengan motif adidas yang tergambar tiga garis di samping sepatu membuat tampilan sepatu yang sangat sporty membuat banyak kalangan yang cocok untuk menggunakan nya

Jurgen Klopp Telan Ludah Usai Ejek Tranfer Pogba ?

Dua tahun lalu, ketika Manchester United menghabiskan £ 89,3 juta untuk membawa Paul Pogba kembali ke Old Trafford dari Juventus, penghinaan yang memanas dari Anfield terlihat jelas. “Pada hari ini adalah sepakbola, saya tidak lagi bekerja,” kata manajer Jurgen Klopp. “Aku ingin melakukannya secara berbeda. Aku bahkan akan melakukannya dengan berbeda jika aku bisa membelanjakan uang itu.”

Maju cepat ke musim panas 2018 dan Liverpool menghabiskan uang sebanyak itu. Setelah menghabiskan dana £ 75 juta untuk bek tengah Virgil van Dijk, £ 54 juta untuk pemain tengah Naby Keita dan £ 45 juta untuk Fabinho, klub kini setuju untuk membayar Roma dengan rekor dunia £ 66.8 juta untuk seorang penjaga gawang: Alisson Becker. Ada kesadaran yang berkembang di Anfield bahwa membelanjakan uang besar pada pemain yang tepat akan membawa hasil.

Perjalanan Liverpool ke final Liga Champions adalah bukti. Tiga pemain depan Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane memukau lawan, tetapi, meskipun harganya naik, alis Van Dijk menyuntikkan kekuatan, kepemimpinan dan ketangguhan mental yang terbukti sangat penting di musim semi.

Untuk bersaing dengan yang terbaik, Anda harus membeli yang terbaik. Liverpool telah menghabiskan lebih dari £ 250 juta dalam satu tahun terakhir dan masih ada bisnis yang harus dilakukan di jendela ini juga. Bahkan akuntansi untuk pemain keluar – Philippe Coutinho’s £ 142m pindah ke Barcelona memberi Klopp uang untuk bermain dengan – itu masih merupakan pergeseran dalam kebijakan dari manajer dan dewan.

Jadi apa yang berubah? Cukup banyak. Hampir selalu ada unsur kemunafikan dan iri di tempat kerja setiap kali seorang manajer mengkritik pengeluaran transfer klub lain. Mengambil landasan moral yang tinggi memberikan tingkat pertahanan terhadap setiap kegagalan potensial untuk bersaing dengan pembelanja besar begitu aksi dimulai.

Komentar Klopp memang mencerminkan pola pikir di Anfield. Setelah pengambilalihan Fenway Sports Group sembilan tahun yang lalu, para pemilik sampai pada kesimpulan bahwa mereka dapat beroperasi dengan cara yang berbeda kepada saingan utama mereka dan mencapai sukses melalui pendekatan yang lebih cerdas untuk mentransfer rekan-rekan mereka.

Idenya adalah untuk menjadikan Liverpool sebagai tujuan pilihan bagi pemain muda terbaik di seluruh dunia. Ini, dikombinasikan dengan apa yang dianggap oleh pemilik sebagai pendekatan yang lebih tajam dan berbasis analitik untuk kepanduan, akan memberi klub keunggulan. Hasilnya beragam.

Ketika Klopp tiba di Merseyside tiga tahun lalu, dia mendorong teori semacam ini dengan menyarankan kepada majikan barunya bahwa dia bisa memenangkan piala dengan skuad yang dia warisi. Itu terbukti terlalu sulit tugas bahkan untuk seorang pria dari kemampuan 51 tahun.

Peningkatan telah stabil tetapi tidak cukup cepat untuk Jerman. Kenyataannya sederhana: Klopp membutuhkan pemain yang lebih baik.

 

Roy Keane : Paul Pogba Butuh Pemain Pemain Seperti Pirlo Dan Vidal Untuk Keluarkan Kemampuan Terbaiknya

Mantan kapten Manchester United, Roy Keane menyebutkan jika gelandang Manchester United, Paul Pogba membutuhkan beberapa pemain yang lebih baik di sekellingnya apalagi melihat sang bintang sempat mengeluarkan kemampuan terbaiknya ketika bersua Manchester City di Etihad Stadium pada beberapa waktu yang lalu.

Pogba sendiri merupakan pemain akedemi didikan Manchester United, namun pada 2012 yang lalu ia memutuskan hijrah ke Italia untuk bergabung bersama Juventus. Justru bergabung bersama I Bianconerri sang pemain langsung menjadi salah satu gelandang terbaik dunia pada saat itu, itulah sebabnya Setan Merah berani untuk menebus mantan pemainnya dengan harga mahal pada tahun 2016 yang lalu.

Bergabung kembali bersama United, membuat sang bintang sulit mengeluarkan kemampuaan terbaiknya, di United sendiri ia kerap mengalami naik turun atas performa yang di tunjukannya.

Dengan penampilan yang angin anginan membuat ia mendapatkan kritikan yang sangat tajam dari publik Inggris mengenai performannya. Bahkan banyak yang mengatakan jika pemain Internasional Prancis ini lebih mementingkan gaya rambut dari pada permainannya di dunia sepak bola.

Roy Keane yang pernah menjadi salah satu gelandang terbaik Setan Merah langsung memberikan sebuah kometar yang positif, menurut pria asal Irlandia tersebut jika Pogba membutuhkan pemain pemain yang senior yang bisa membibingnya ke jalan yang lebih baik. Keane mengungkapkan kehadiran Matic maupun Herrera tidak akan terlalu berguna bagi penampilan Manchester United pada musim ini.

‘’Saya menyukai gaya bermain Pogba, dan saya pikir ia [ Paul Pogba] merupakan pemain yang sangat bagus, dia juga adalah pria yang baik.’’ tutur Keane.

‘’Saya rasa dia membutuhkan beberapa sosok yang jauh lebih bagus di sekitarnya. Dan sebuah pengaruh yang baik di sekitar arena latihan.’’  ungkap Roy Keane kepada The Sun.

‘’Jika kembali di masa lalu saya merupakan pemain yang sangat berutung, karena ketika saya bermain pada saat itu, saya di kelilingi oleh beberapa pemain yang sangat bagus. Jadi mungkin Pogba tidak merasakannya di United sekarang.’’ tutup Keane.

Apa yang di katakan oleh Roy Keane tampaknya ada benarnya. Pasalnya ketika Pogba membela Juventus, ia bermain dengan nama nama besar di lini tengah Juve. Seperti Andrea Pirlo, Arturo Vidal hingga Claudio Marchisio yang membuat ia berhasil mengeluarkan kemampuan terbaiknya.